5 Tips Menghemat Uang Hasil Bisnis Ala Pengusaha Muda

Saya sering dipuji oleh beberapa orang yang saya temui dalam kehidupan sekarang ini dimana saya adalah seorang pria lajang dengan usaha yang sedang berjalan. Mereka selalu mengatakan "enak yah kamu masih mudah, udah punya usaha, belum punya tanggungan keluarga".


Hidup itu sawang sinawang, betul? Mereka mengira saya enak hidupnya seperti ini, namun mereka tidak tahu masalah finansial yang saya hadapi selama ini. Kadang saya merasa sangat miskin ketika bisnis sedang seret dan uang hasilnya sudah terpakai semua untuk hal-hal yang tidak berguna, ugh menyedihkan sekali.

Saya pernah menjalani kehidupan yang buruk, yah saya katakan seperti itu karena saya selalu menghabiskan uang hasil jeri payah usaha untuk hal yang kurang bermanfaat. Lalu saya sadar bahwa saya terlalu boros dan mubadzir, hingga ibu saya angkat bicara kepada saya, "kamu ini usaha tapi gak ada hasilnya", dan itu sangat terasa sampai relung hati yang terdalam.

Sejak saat itu pula saya mulai berubah dan membenahi masalah finansial, dimana saat ini saya masih menjalankan beberapa hal demi menyelamatkan kehidupan saya dari kekurangan uang. Berikut 5 tips sederhana yang saya lakukan untuk menghemat uang hasil usaha :

1. Mulai menabung untuk masa depan
Saya sadar usaha tidak selalu lancar, dan saya mulai mempersiapkan hal itu. Saat ini saya memprioritaskan untuk terus menabung tiap bulannya, meski awalnya sangat berat namun lama-kelamaan saya terbiasa juga untuk menabung.

Jujur saja, dulunya saya tidak punya tabungan yang layak meski sebenarnya tiap bulan bisa dapat penghasilan. Uang itu habis tak tersisa dan tak berbekas hanya untuk pengeluaran yang tidak penting.

Bagi anda para pengusaha muda maupun karyawan lajang seperti saya, ingatlah bahwa anda harus menikah, membangun rumah tangga, memikirkan rumah, perabotan, dan lain sebagainya, mulailah menabung!

2. Kebutuhan pokok diatas segalanya
setelah menabung saya utamakan, lalu kebutuhan pokok adalah yang nomor 2. Hal ini sengaja saya lakukan demi bisa punya tabungan dan bisa tercukupi kebutuhan pokoknya.

Makanan, pakaian, rumah, transport, bayar hutang, dan lain sebagainya adalah kebutuhan wajib yang harus saya bayarkan tiap bulannya, jadi hal itu kadang membuat uang saya langsung habis tanpa ada sisa untuk senang-senang, namun meski habis tapi saya tidak pusing dikejar-kejar hutang atau bahkan sampai kelaparan.

3. Mengurangi gaya hidup kekotaan
Beberapa hal yang membuat uang saya cepat habis diantaranya adalah nongkrong, makan bareng, jalan, belanja barang branded, hiburan, dan lain sebagainya yang tidak terlalu penting.

Bayangkan saja, sekali nongkrong bisa keluar uang 100-200 ribu, nah satu minggu bisa 2-3 kali jalan, sebulan berapa?!

4. Berhemat namun bukan jadi orang pelit
meski saya benar-benar berhemat bahkan untuk makan saja kadang saya membeli makanan yang murah meriah asal kenyang, namun saya masih selalu menyisakan beberapa Rupiah untuk sekedar "memberi".

Saya punya keyakinan bahwa memberi tidak akan mengurangi, namun malah menambah, itu adalah matematika sedekah ala ustad Yusuf Mansur.

5. Hilangkan pepatah bodoh "mumpung masih muda"
Dulu saya adalah orang yang berfikir seperti itu, mumpung masih muda, banyak-banyak senangnya, kalau sudah tua kan sudah puas. Dan semua itu hanya kebohongan semata!

Saya sadar itu adalah nafsu yang buruk, saya menghentikannya paksa dan lebih memilih untuk menabung atau menginvestasikan uang saya di berbagai hal yang lebih positif tentunya.

Hey Bos, Ini 5 Kriteria Pelamar Kerja yang Wajib Anda Tolak

Hey bos, apakah anda sedang mencari pegawai baru untuk ditempatkan di salah satu posisi bisnis anda? Kalau begitu, ada baiknya anda memiliki kriteria yang bagus demi kelangsungan bisnis ke depannya. Salah satunya adalah dengan menghindari jenis calon karyawan yang kurang baik.


Biasanya para pelamar kerja selalu memberikan berbagai hal yang mereka banggakan, misalnya ijazah yang tinggi, pengalaman yang cukup banyak, dan keunggulan lainnya yang dengan itu semua mereka berharap bisa dengan mudah menjadi salah satu bagian dari bisnis anda.

Namun sebaiknya anda lebih berhati-hati dengan para calon karyawan baru anda ini, karena banyak dari mereka yang membawa hal buruk dalam dirinya. Jika dibiarkan masuk ke dalam sistem bisnis anda, bukan tidak mungkin mereka akan menghancurkan bisnis anda ke depannya.

Kali ini saya akan memberikan 5 kriteria pelamar kerja yang buruk dan wajib tidak anda terima dalam usaha anda, berikut adalah kriteria tersebut :

1. Punya kelakuan yang buruk
Bayangkan saja jika ada pelamar kerja yang datangnya terlambat, pakaiannya tidak rapi dan alakadarnya saja, lalu kelakkuannya terlihat seperti tidak serius atau bahkan seperti sedang berada di sebuah pasar, tentu anda akan jengkel melihatnya bukan?

Tipe pelamar kerja seperti ini bukan sekedar mitos loh bos, toh nyatanya ada beberapa kasus yang pernah saya dengar tentang kelakuan buruk para calon pegawai seperti ini.

2. Memiliki sifat buruk dalam dirinya
Saat wawancara kerja, eh dia dengan tanpa bersalah menjelek-jelekkan tempat kerjanya yang lama, dan ini adalah hal yang sangat fatal untuknya, bukan?! Bagaimana jika dia kerja di tempat anda dan keluar lalu ikut menjelek-jelekkan tempat usaha anda? Nyesek bos!

3. Tidak jujur dan terlalu percaya diri
Sebagian karyawan punya sesuatu yang buruk dalam dirinya, namun anda bisa melihatnya lebih dulu saat wawancara kerja. Biasanya ada beberapa calon pegawai yang punya sikap buruk, dia suka berbohong dan terlalu percaya diri dalam menjelaskan kelebihan dirinya.

Lebih parahnya, orang seperti ini adalah beberapa orang yang punya emosi tinggi dan tak segan dengan siapa yang dihadapinya, lebih baik anda mencoret pelamar kerja seperti ini.

4. Terlalu fokus pada gaji
Teman saya pernah terkena jebakan saat mendaftar kerja, kala itu dia ditanyai perihal berapa nominal gaji yang dia inginkan, dan dia menjawab dengan seenaknya sendiri meminta gaji yang terlampau tinggi, alhasil dia tidak diterima. Gaji adalah sesuatu yang cukup tabu di awal saat mau mencari kerja, hati-hati dalam membahas masalah yang satu ini.

5. Tidak mengetahui informasi tempat kerjanya
Misalnya yah bos, ada pelamar datang ke tempat kerja anda, nah pas ditanya tentang tempat bisnis atau perusahaan anda, eh dia gak tau sama sekali tentang bisnis anda. Gimana tuh?

Calon pegawai seperti ini adalah tipe yang acuh dan tak mau tahu, fokus mereka hanya mencari kerja dan dapat gaji yang seusai, susah deh kalau diajak kerja sama.

10 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Membuat Kita Kurang Produktif

Dalam menjalankan usaha, pernahkah anda merasakan keadaan yang tidak semangat sama sekali, badan lemah, pikiran tidak fokus, dan hal itu membuat anda pasif seperti patung yang tidak punya tujuan hidup? Jika anda pernah merasakan hal seperti itu, berarti kita sama.


Saya pernah merasakan keadaan buruk seperti itu, bukan satu dua hari, namun bisa sampai 1 minggu lamanya yang menyebabkan kurangnya hal positif dalam diri saya dan juga bisnis saya. Dalam keadaan ini, sejak pagi hari saya lemah, tidak semangat, tidak nafsu makan, malas bergerak, hingga malam hari sekalipun, dan bisanya diakhiri dengan demam atau penyakit lainnya.

Sebenarnya itu bukan sekedar tanda mau sakit loh, itu merupakan salah satu akibat dari hal-hal buruk yang sebelumnya sedang kita lakukan. Setelah saya pelajari kembali, setidaknya ada 10 kebiasaan buruk saya yang menyebabkan produktivitas kerja berkurang, dan inilah 10 kebiasaan buruk itu :

1. Banyak mengeluh
Saat ini saya selalu memiliki prinsip "jangan mengeluh" karena sebelumnya saya merasakan kurangnya hal positif dalam diri saya hanya karena banyak mengeluh. Mungkin bersyukur adalah jawaban yang tepat untuk anda yang masih mengeluh saat ini, ingatlah masih banyak orang yang lebih susah dari anda.

2. Menumpuk pekerjaan
Kalau dalam bahasa inggrisnya multitasking (kayaknya), salah satu kebiasaan buruk saya yang ingin menyelesaikan berbagai hal sendirian, dan itu sangat berat serta membebani diri saya sendiri. Bukannya selesai tepat waktu, hasilnya seperti yang saya rasakan di atas tadi.

3. Suudzon (perasangka buruk)
Kadang kita terlalu berfikir buruk tentang apa yang belum terjadi, hal itu adalah sesuatu yang tidak baik sama sekali. Saya pernah berasumsi bahwa bulan ini tidak akan target, dan hasilnya saya jarang membuka toko yang ternyata itulah penyebab sebenarnya kenapa saya tidak target, hanya karena pikiran negatif yang belum terjadi ckckck.

4. Terlalu percaya diri
Kadang saya merasa sudah benar, bekerja keras, dan tinggal menunggu hasilnya dalam waktu dekat. Akan tetapi ketika harapan saya tidak tercapai, kekecewaan yang mendalam hadir dalam diri saya, dan saya malah mencari kambing hitam, sedang kesalahan sebenarnya ada pada diri saya yang terlalu perfeksionis dan enggan mendapat masukan dari orang lain.

5. Mendapat informasi yang tidak penting
Saya pernah mendengar salah satu khutbah yang menjelaskan kenapa manusia di jaman sekarang mudah stres, hal ini karena peran teknologi tentunya. Banyak hal yang kita baca, dengar, dan lihat, lalu kita pikirkan dengan keras, padahal hal itu tidak penting sama sekali untuk kehidupan kita, salah satunya POLITIK!

6. Tidak punya catatan penting
Salah satu pengalaman buruk saya adalah ketika belanja produk yang kosong, dan setelah belanja masih ada produk yang lupa tidak terbeli, ternyata saya salah karena lupa mencatat sejak awal. Hal seperti ini sering dialami pengusaha kecil seperti saya yang masih menggunakan data manual yang menyusahkan.

7. Terlalu berserah diri pada teknologi canggih
Mulai dari bangun pagi kita melihat gadjet, jalan ke tempat bisnis naik kendaraan, makan maunya yang delivery, sampai hal-hal kecil sekalipun kita masih mengandalkan teknologi yang ada. Jangan salahkan kalau lama-lama otak akan lemah karena terlalu dimanjakan.

8. Menunda pekerjaan
Ada pekerjaan yang harus diselesaikan, ditunda malam harinya, pas malam harinya tunda lagi besok, dan akhirnya deadline yang menyebabkan panik dan tidak selesai, masalah lagi! Hal seperti ini sering terjadi pada karyawan, namun tak jarang terjadi pula pada pengusaha yang menjalankan bisnisnya sendiri.

9. Faktor eksternal
Saya adalah penyuka musik keras, dan anehnya ketika ada orang yang memainkan musik melayu atau dangdut, saya akan merasakan keadaan yang sangat menyebalkan dan tidak fokus. Pernah dalam suatu ketika di toko, teman memutar musik dangdut keras banget, saya benar-benar tidak fokus dan melayani pelanggan dengan kesalahan yang fatal.

10. Tidak disiplin
Siapa bilang enak kalau jadi pengusaha, bisa datang dan pulang seenak udelnya sendiri? Coba aja anda lakukan hal seperti ini (tidak disiplin waktu), pastinya lama kelamaan anda menjadi malas untuk meneruskan bisnis anda dan tentu tidak profesional.

Cara Menghadapi Pelanggan yang Marah dan Keras Kepala

Ada pepatah yang mengatakan bahwa pelanggan adalah raja, lalu bagaimana jika pelanggan anda adalah seorang yang pemarah dan keras kepala? Masihkah anda menganggapnya raja?! Hal seperti ini pastinya pernah ditemui oleh anda yang sedang dalam bisnis jual-beli langsung dengan pembeli, terkadang ada beberapa pembeli maupun calon pembeli atau bahkan pelanggan yang marah-marah hanya karena masalah sepele saja.


Saya sendiri pernah mengalaminya dan itu adalah hal yang sangat menyebalkan, apalagi jika ada pelanggan lain yang sedang saya layani, rasanya bingung sekali.

Sebenarnya kita sebagai penjual tidak boleh meladeni pelanggan yang marah dengan kepala panas juga, karena bukannya menyelesaikan masalah dengan baik, yang ada malah semakin menambah masalah dengan pelanggan tersebut. Lalu bagaimana cara menghadapi pelanggan yang marah dan keras kepala?

1. Tetap melayani dengan sopan dan baik
Meski pelanggan marah-marah dan menyalahkan kita, ada baiknya tetap layani pelanggan itu dengan senyum yang menyenangkan. Berikan respon positif agar pelanggan bisa lebih meredam amarahnya terlebih dahulu, dan bisa diselesaikan masalahnya dengan baik.

2. Tanyakan masalahnya dan pahami dengan baik
Jika pelanggan marah-marah, segerap fokuskan kepada dirinya dan tanyakan masalahnya dengan jelas dan pelan-pelan. Jika dia sudah memberikan argumennya dengan lengkap, pahami terlebih dahulu masalahnya ada pada pelanggan atau pada diri anda.

3. Berikan penyelesaian yang memuaskan
Saya pernah mengalami hal ini beberapa kali, dan saya tawarkan kepada pelanggan beberapa opsi agar dia bisa puas, diantaranya adalah :
  • Tawarkan penukaran barang jika memang benar itu adalah kesalahan pada kita
  • Berikan potongan harga jika pelanggan tidak mau menukar barangnya (hanya komplain saja)
  • Tidak ada salahnya mengembalikan uang pembelian, hal ini sebagai wujud tanggung jawab kalau memang anda salah
Beberapa kasus tentunya berbeda dengan apa yang saya alami ini, silakan anda sesuaikan sendiri dengan penyelesaian yang baik.

4. Minta maaf dan jangan lupa berterima kasih
Jika pelanggan sudah puas dan tidak marah-marah lagi, minta maaf lagi meski anda sudah mengucapkannya dari awal. Jika pelanggan hendak pergi, jangan lupa meminta maaf kepadanya atas apa yang dialaminya di tempat bisnis anda.

5. Pelajari dan perbaiki kesalahan
Pelanggan yang marah tentunya punya alasannya sendiri, entah karena kesengajaan atau ketidak sengajaan kita dalam menjalankan bisnis. Pelanggan seperti itu adalah salah satu bentuk kritik dan saran yang langsung kita rasakan, perbaikilah apa yang menjadi kritik tersebut.

Selalu ingat pepatah "pelanggan adalah raja", namun anda adalah penjual dan bukan seorang penjilat, jadi layanilah raja anda dengan baik tanpa harus menjadi budaknya.

Pembangunan Jalan Trans Papua Jadi Bukti Nyata Kinerja Pemerintahan Jokowi?

Pemerintahan Jokowi tidak main-main dengan pembangunan yang mereka rencanakan saat ini, banyak sekali pembangunan yang benar-benar dijalankan di berbagai daerah di Indonesia. Begitu pula dengan daerah paling timur di Indonesia, yaitu Papua. Salah satu daerah yang masih tertinggal jauh dibandingkan dengan daerah NKRI di wilayah barat maupun tengah, padahal di dalam wilayah Papua terdapat banyak sekali potensi kekayaan yang bisa dimaksimalkan oleh pemerintah Indonesia.


Pembangunan jalan trans Papua yang akan menghubungkan daerah Sorong di Papua Barat hingga ke Merauke di Papua ujung timur merupakan salah satu bentuk nyata dari pembangunan pada masa kepemimpinan presiden Joko Widodo.

Jalur yang jaraknya mencapai 4.330,7 km ini dibangun dengan cara yang benar-benar menakjubkan menurut saya, pasalnya jalan trans Papua ini dibangun dengan menembus hutan belantara, gunung dan bukit terjal, hutan yang masih liar, dan sungai-sungai deras yang ada di dalamnya. Bahkan dinas PU yang mengerjakan pembangunan ini juga membangun jembatan untuk menghubungkan jalan.

Dengan biaya mencapai triliunan Rupiah, Presiden Jokowi bersama para menteri berharap Papua bisa merasakan pembangunan seperti di wilayah Indonesia lainnya. Ini merupakan salah satu program yang diusung oleh Presiden Jokowi dan para kabinetnya guna menyeimbangkan seluruh wilayah NKRI.

Kedepannya akan dibangun berbagai hal seperti perumahan dan pemukiman baru, lalu tempat wisata yang diharapkan akan memberikan banyak keuntungan untuk masyarakat sekitar dan juga pemerintah Indonesia. Ini merupakan salah satu wujud investasi jangka panjang yang dilakukan oleh pemerintah.

Menurut berita yang saya baca, pembangunan di tahun 2016 sudah hampir selesai dan hanya menyisakan beberapa ratus kilometer saja. Tentu target di tahun 2019 untuk merampungkan jalur trans Papua ini diharapkan tepat waktu dengan tetap mengedepankan faktor keamanan di dalamnya.

Pembangunan ini masih menjadi pro-kontra di masyarakat, ada pihak yang bersyukur dengan pembangunan ini dan berterima kasih kepada para pejabat yang benar-benar bekerja, namun ada pula yang masih berfikir jelek dengan pembangunan ini dengan mengaitkannya atas dasar isu politik.

Saya pribadi berharap banyak kepada pemerintahan presiden Jokowi dan kabinetnya agar benar-benar menepati janji untuk merampungkan jalan trans Papua ini. Karena menurut saya, ke depannya Papua bisa menjadi lebih terbuka untuk para investor dan pengusaha lain guna bisa memaksimalkan kekayaan alam di dalamnya.

Semoga dengan perkembangan ini, ke depannya freeport bisa segera angkat kaki dan kekayaan alam Indonesia bisa dimaksimalkan pemanfaatannya, dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

Tips Sederhana yang Ampuh Memotivasi Semangat Karyawan

Berawal dari pengakuan teman saya yang bekerja sebagai marketing dan cerita tentang sales yang cukup menyedihkan, akhirnya saya tergerak untuk menuliskan artikel berjudul "Tips Sederhana yang Ampuh Memotivasi Semangat Karyawan" ini.


Jadi ceritanya, teman saya yang dulu bekerja di sebuah agen penjualan parabola tidak bisa meraih target penjualan, dan dia dimaki-maki oleh bosnya secara tidak manusiawi sebelum akhirnya dipecat. Lalu ada pula yang kemudian diperlakukan secara kasar ketika targetnya tidak tercapai, entah dengan serangan kata-kata maupun fisik sekalipun.

Hal seperti itu sangat salah dilakukan oleh seorang atasan, bukannya karyawan anda akan semakin semangat kerja, namun mereka akan segera memberontak dan merasa dendam kepada anda, hati-hatilah!

Sebenarnya ada cara yang lebih baik untuk bisa memacu semangat karyawan anda dalam bekerja keras dan menggapai target mereka. Cara yang sangat sederhana dan tentu saja manusiawi, berikut adalah cara sederhana memotivasi karyawan anda :

1. Jadilah teman mereka
Meskipun anda adalah bos dan karyawan anda bawahan, namun sebenarnya kalian adalah sama, manusia yang punya hak masing-masing. Ada baiknya anda berteman dengan mereka, meski anda juga harus tetap menjaga profesionalisme kerja.

Tidak ada salahnya jika anda mendatangi rumah karyawan anda, karena saya pernah mendengar seorang pegawai yang merasa sangat bangga ketika bosnya mau mampir ke rumahnya.

2. Dengarkan karyawan anda
Setiap orang punya idenya masing-masing, namun sayang ada sebagian atasan yang tidak peduli dan merasa tidak membutuhkan masukan. Hal ini sungguh salah, karena ada banyak ide cemerlang dari bawahan anda kalau anda bisa menyortirnya dengan baik pula.

3. Berikan penghargaan atas pencapaian karyawan
Jika bulan ini karyawan anda bekerja lebih baik ketimbang bulan lalu, meski hanya karena tidak terlambat datang ke kantor saja, sanjunglah dia dan berikan penghargaan agar dia bahagia dan terus meningkatkan kinerjanya.

4. Bantu karyawan anda atas masalahnya
Kadang sebagai bawahan, kita akan merasakan kesulitan yang sangat namun bingung karena mau minta saran ke teman tidak bisa dan mau minta saran ke bos takut dimarahi. Ada baiknya anda sebagai atasan bisa membuka diri dan menanyakan masalah bawahan, berilah saran yang tepat dengan baik kepada mereka.

5. Jangan mudah marah
Meski kadang ada karyawan yang menyebalkan dan seenaknya sendiri, jangan lampiaskan amarah anda secara berlebihan karena hal itu akan membuat anda terlihat buruk di mata pegawai anda sendiri.

6. Jadilah contoh yang baik
Jika anda ingin punya karyawan yang patuh pada aturan, maka anda harus memberinya contoh yang baik pula. Dan hal ini berlaku untuk berbagai hal di bisnis anda tentunya.

7. Berikan bonus yang adil
Jika karyawan meraih targetnya, berikan bonus yang anda janjikan secara adil dan bijaksana, hal ini demi menghindari kecemburuan antar karyawan.

Beberapa Hal yang Membuat Toko Terasa Tidak Nyaman & Membosankan

Saya pernah punya pengalaman buruk ketika toko saya terasa sangat tidak nyaman dan menyebabkan pelanggan sering mengeluh dan bahkan yang lebih buruk lagi adalah mereka tidak jadi membeli hanya karena merasa tidak nyaman berada di dalam toko saya. Hal itu merupakan pengalaman berharga untuk saya dan sampai saat ini, saya masih terus berusaha menghindari hal-hal yang membuat pelanggan tidak nyaman berada di toko saya.


Sebenarnya display dan dekorasi toko sangat berpengaruh dengan suasana hati pelanggan, jika toko anda rapi dan nyaman, mereka akan betah di dalamnya dan bukan tidak mungkin yang awalnya hanya ingin bertanya-tanya saja bisa jadi membeli produk yang anda tawarkan di dalam toko.

Lalu apa saja hal-hal yang membuat toko terasa tidak nyaman dan membosankan? Belajar dari pengalaman saya, inilah beberapa hal tersebut :

1. Display toko yang berantakan
Jika anda menjadi seorang pelanggan dan masuk ke dalam toko yang memiliki penataan tidak rapi, produknya berantakan, susah bergerak, dan anda merasa berada di sebuah gudang, apakah anda akan betah di dalamnya? Kalau saya, tentu saja tidak!

Hal ini yang saya rasakan pada awal-awal kala punya toko, karena kekurangan modal untuk bisa menghadirkan beberapa perlengkapan, maka ada produk-produk berantakan yang tidak tertata dengan rapi. Hasilnya, berkali-kali saya dikritik oleh pelanggan dan itu membuat saya bergegas untuk segera mendisplay toko dengan baik dan rapi.

Dari pengalaman saya, ada loh salah satu toko yang produknya sedikit namun punya penataan yang bagus dan hal itu membuat saya betah melihat-lihat dan akhirnya ingin membeli. Ada pula yang tokonya sempit dan penuh, namun dengan penataan yang baik, saya bisa melihat berbagai produk yang ditawarkan di dalamnya.

2. Kebersihan yang kurang terjaga
Jika masuk ke dalam toko yang di lantainya ada debu, plastik, kertas, dan sampah lain yang berserakan, tentu saja anda akan merasa ilfill duluan dan bukan tidak mungkin anda yang niatnya membeli lalu mengurungkan niat karena jijik dengan toko yang jorok.

Saya mengalami hal ini sebelum pindah toko, dimana dulu saya menyewa sebuah kios dengan kondisi yang cukup mengenaskan. Tembok dari kayu, atapnya bocor, lantainya kotor, di depan toko ada got yang di atasnya bocor, dan tikus bisa masuk ke dalam toko, hasilnya sangat menyebalkan.

Tips yang saya dapatkan dari beberapa teman yang sudah lama dalam dunia usaha, kebersihan yang mereka utamakan ternyata bisa menambah nilai dari toko mereka. Dan setelah saya lakukan hal itu dengan menjaga kebersihan, saat ini banyak pelanggan yang betah dan kadang ikut nongkrong di tempat saya.

3. Pelayanan yang kurang baik
Salah satu pengalaman buruk saya adalah ketika pegawai saya tidur di toko, sementara pelanggan mencari-cari produknya sendiri dengan muka yang sudah sangat jengkel karena tidak dilayani. Akhirnya saya bergerak dan segera meminta maaf, meski akhirnya membeli namun dia menunjukkan rasa tidak puasnya.

Biasanya pelayanan yang baik akan memberikan kesan "bersahabat", dan saat ini saya menjalankan praktek baik itu dan hasilnya banyak sekali pembeli yang akhirnya menjadi pelanggan tetap hanya karena mereka merasa enak berteman dengan saya.

4. Toko yang sempit
Poin 1 + Poin 2 + keadaan toko yang sempit = masalah yang cukup besar! Jika anda punya toko yang sempit, ada baiknya anda pandai-pandai dalam mendisplaynya dan membersihkannya agar terlihat lebih enak dipandang mata.

Sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah ketika anda memiliki sebuah toko yang sempit, toh banyak pengusaha besar yang tempat jualannya sangat sempit, namun mereka bisa menata tokonya dengan baik dan terlihat nyaman.

5. Toko dijadikan kamar kost
Well, inilah salah satu kesalahan terbesar saya dalam menjalankan sebuah toko! Teman-teman saya yang sering nongkrong kadang tidak punya sopan santun, mereka seenaknya menggunakan tempat jualan saya jadi tempat istirahat, dan hasilnya saat ada pelanggan (terutawam wanita), akan merasa malu dan ragu untuk masuk ke dalam toko.

Yang sering saya lihat adalah distro-distro pakaian yang ada, dimana di depannya banyak anak muda nongkrong dengan tato di kulitnya, pakaiannya semrawut, dan tak jarang mereka mengkonsumsi berbagai produk ilegal (kalian tahu lah maksud saya).

Jika toko anda memiliki hal-hal seperti yang saya sebutkan di atas, ada baiknya anda segera memperbaikinya agar pelanggan anda bisa betah di dalam toko dan mereka merasa puas dengan pelayanan yang anda berikan. Kepuasan pelanggan adalah hal yang sangat penting dalam suatu bisnis, itulah kenapa orang China sangat mendewakan pelanggan karena mereka memegang teguh prinsip "pelanggan adalah raja".