Pengakuan Mengejutkan Pedagang Ikan Teri Keliling

Di desa saya sekarang ini ada banyak sekali penjual keliling yang menjajakan dagangannya setiap hari, mereka memakai sistem bisnis "jemput pelanggan" yang memang lebih efektif daripada menunggu. Ada penjual jajanan bocah, penjual sayuran, penjual bumbu masak, makanan, tahu dan tempe, dan penjual ikan teri (ikan laut kering).


Saya cukup penasaran dengan penjual ikan teri ini, karena menurut pengakuan ibu-ibu yang saya temui, katanya penjual ini dulunya punya pekerjaan yang cukup mapan, namun saya kurang paham dia kerja apa sebelumnya karena belum sempat saya tanyakan.

Suatu hari saya punya kesempatan nongkrong sama penjual ikan teri ini ketika dia istirahat di depan rumah saya, mulai deh otak wartawan saya yang kepo berjalan dan mulai menanyakan berbagai hal tentang bisnisnya yang patut saya acungi jempol.

Berikut ini adalah kira-kira obrolan kami waktu itu :

(S : Saya, P : Penjual ikan teri)

S : sudah lama jualan ikan teri pak?
P : Belum mas, paling 3 bulan jalan lah
S : lumayan hasilnya kan pak?
P : Alhamdulillah mas, masih ada aja yang beli, mungkin rejeki saya kali.
S : awalnya gimana pak kok bisa jualan ikan teri? Gak jualan sayur atau jajanan anak kayak yang lain?
P : awalnya ya gara-gara nganggur mas, istri ngomel terus gegara saya nganggur. Kalau pilihan jualan ikan teri ya gimana yah, gak tau juga tiba-tiba punya pikiran pengin jual ikan teri hehehee
S : waktu awal jualan gimana perasaannya pak?
P : jujur ya mas, saya ini belum pernah jualan kayak gini, dulunya saya kerja tapi sudah berhenti. Jadi ini pengalaman pertama jualan keliling seperti ini. Waktu pertama jualan duh mas, jadi ketawa sendiri kalau diingat-ingat hehehee
S : loh emang kenapa pak?
P : saya kan udah beli ikan teri ke agen pada malam harinya, pas pagi hari mau berangkat jualan kok ragu banget mas. Waktu itu yang ada di pikiran tuh ya malu, takut dihina orang, takut ketemu orang, takut gak laku, dan lain sebagainya yang membuat saya hampir saja gak jadi jualan.
S : loh kok bisa nekad tetap jualan pak?


P : istri saya mas, dia marah-marah, dia bilang gini "udah belanja ikan teri banyak gini gak jadi jualan? Mau dimakan sendiri apa pah?". Ya udah saya nekad jualan daripada kena omel sama istri.
S : hahahaa istri bapak keren wkwk
P : nih ada cerita lagi mas pas saya jualan
S : kenapa pak?
P : waktu lagi jualan itu yah, saya ketemu sama menantu saya. Btw menantu saya ini pegawai mas, bisa dibilang orang cukup sukses lah. Saya benar-benar minder mas, sampai saya nunduk biar gak kelihatan sama dia.
S : terus gimana pak?
P : Malamnya dia datang ke rumah, saya udah deg-degan aja. Saya pikir dia malu karena saya jualan keliling dan dia bakalan nyuruh saya berhenti, duh pikiran udah gak enak aja waktu itu mas.
S : nah beneran gitu emangnya pak?
P : enggak mas, beda jauh sama pikiran saya mas. Dia datang ke rumah, dia bilang katanya bangga sama saya karena berani jualan keliling. Dia mendukung saya 100 % dan bahkan mau ngasih modal tambahan kalau saya butuh, dia gak akan malu punya mertua pedagang keliling. Dia malunya kalau saya digebugin karena kriminal mas.
S : hahahaa bapak ini keren, punya keluarga yang dukung bapak buat jualan. moga laris manis ya pak, sukses sama usahanya.
P : iya mas makasih mas do'anya.

Itulah salah satu pengalaman yang dibagikan oleh pedagang keliling, jualan ikan teri yang dipandang remeh sama orang pada umumnya. Pengalaman pertama jualan merupakan salah satu hal yang sangat-sangat menakjubkan dan menjadikan pertepuran hati yang hebat (lebay wkwk).

Punya pengalaman usaha pertama menakjubkan atau yang unik? Silakan kirim di kolom komentar atau inbox via fanspage di bawah! (tidak saya publikasikan di komentar, tapi saya tulis jadi artikel yang menarik).

Cara Sukses Pengusaha Tempe Kedelai, Bukan Masalah Rasa Tapi Sistem Bisnisnya

Tempe adalah makanan khas dari Indonesia, khususnya dari jawa, yang dibuat dari fermentasi kedelai (atau bahan lainnya) yang diolah sedemikian rupa sehingga menjadikannya sebagai bahan makanan setengah jadi yang penuh dengan gizi. Saat ini tempe bukan lagi makanan orang kampung, karena di luar negeri sana sudah banyak yang menjual tempe dengan harga yang cukup mahal.


Saya pernah iseng bertanya kepada teman yang ada di Jepang tentang tempe, katanya ada mini market yang menjualnya dengan harga sekitar Rp 100.000, 00 untuk 1 bungkus tempe yang beratnya tidak mencapai 1kg. Di Indonesia saja, 1 kg tempe hanya dihargai sekitar Rp 5.000 - 10.000, 00.

Pembuatan tempe sebenarnya gampang-gampang susah, bahan utamanya adalah kedelai yang direbus dan dikupas, kemudian direndam dan dikemas sembari dicampuri ragi, setelah dibungkus sesuai dengan keinginan, lalu tempe difermentasi hingga jadi.

Ada banyak sekali jenis tempe yang terkenal di Indonesia, diantaranya adalah tempe kedelai, bongkrek, gambus (menjos atau dage), koro padang, kecipir, tempe kacang hijau, tempe kacang merah, menjes, lamtoro, lupin, munggur, kara kratok, karet, gude, bungkil, tempe daun singkong, dan lain sebagainya.

Tempe adalah bahan makan setengah jadi yang bisa dibuat menjadi gorengan, mendoan, makanan, sambel, semur, orek, bacem, pepes, keripik dan lain sebagainya yang enak dan bergizi.

Maaf saja yah, terkadang ada orang yang memandang remeh dengan para pembuat dan pengusaha tempe, hanya karena bahan makanan yang satu ini dianggap kampungan dan tak memiliki nilai jual yang tinggi. Namun nyatanya ada banyak sekali pengusaha sukses yang berhasil kaya raya hanya dengan jualan tempe, bukan hanya di luar negeri saja, di Indonesia juga banyak kok.

Tempe tetaplah tempe, bahan utamanya kedelai, teman setianya adalah tahu. Apa yang membedakan dari yang lainnya? Mungkin sedikit rasa dan kemasan, namun sistem bisnis yang sangat berpengaruh dari bisnis makanan yang satu ini.

Dari pengalaman saya di desa, banyak pengusaha tempe yang memproduksi tempe dalam jumlah kecil, menjualnya dengan sistem penjualan langsung kepada pelanggan dari pintu ke pintu, ada pula yang menjualnya dengan motor keliling komplek. Menurut saya pribadi, cara seperti itu kurang maksimal untuk bisa mengembangkan bisnis ini.

Saya mengenal salah satu "sarjana" yang akhirnya memilih untuk jualan tempe di pasar, ini asli loh bukan rekayasa karangan semata. Teman saya ini mengaku kalau hasil usahanya dari bisnis tempe lebih besar daripada gajinya di kantor dulu, wew lumayan juga yah ternyata.

Sistem bisnis yang dipakai teman saya ini adalah dengan menjualnya di pasar, namun dia mengincar para pengusaha makana yang bisa dijadikan sebagai rekan bisnis. Misalnya saja, penjual rames yang setiap harinya membutuhkan tempe untuk bahan gorengan dan oseng sebagai lauk, dia bisa membeli hingga 2-3 kg setiap harinya. Jadi kalau mau sukses, carilah pelanggan yang membutuhkan tempe dalam jumlah banyak, jangan mengutamakan pelanggan yang hanya butuh untuk menu masakan harian.

Ada banyak sekali pengusaha makanan yang bisa diajak kerja sama jika anda adalah pengusaha tempe, jalin kerja sama dengan mereka dan dapatkan pelanggan tetap yang membuat omset penjualan anda bisa stabil setiap harinya.

Tempe bukan makanan kampungan, bisnis tempe tetap bisa sukses, namun anda harus move-on dari memikirkan rasanya saja, dan berpaling kepada kemasan, kualitas, dan sistem penjualan yang akan meningkatkan bisnis ada ke depannya.

10 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Usaha Waralaba

Waralaba adalah salah satu jawaban tepat bagi anda yang tidak ingin memulai bisnis dari 0, karena dengan membeli hak waralaba maka anda tinggal melanjutkan bisnis yang sudah berjalan tersebut. Sistem franchise memang sudah dikenal sejak lama, namun bisnis tetaplah bisnis, dan di dalamnya ada rahasia yang tidak diketahui semua orang.


Ada banyak jenis waralaba yang populer di Indonesia, salah satunya adalah waralaba mini market yang memiliki syarat cukup banyak.
Waralaba atau franchise bisa menguntungkan dan bisa juga membuat rugi pembelinya (namun jarang untuk pemiliknya atau franchisor). Jika dilihat-lihat, sistem bisnis waralaba sebenarnya mirip seperti sistem bisnis MLM atau MMM namun berbeda. Jika para pembeli waralaba (frachisee) sukses dengan bisnisnya, maka sang pemilik produk atau jasa itu juga pasti akan sukses, namun jika pembeli waralaba gagal bukan tidak mungkin pemiliknya tetap mendapat untung.

Beberapa hal yang wajib anda perhatikan sebelum membeli waralaba atau franchise diantaranya adalah :

1. Pilih jenis waralaba yang sesuai dengan pasion anda
Jika anda hobi memasak namun anda mmbeli waralaba pakaian, apakah tidak terjadi pertempuran hati di dalam diri anda?

2. Jangan memilih waralaba hanya karena sedang trend
Salah satu kesalahan pembeli franchise yang pernah ada di Indonesia adalah waralaba minuman (tidak saya sebutkan namanya). Mereka membeli hak franchise dengan cukup mahal, namun ternyata tidak tenar lagi sedangkan banyak pesaing dadakan yang menjual produknya dengan harga lebih murah.

3. Pelajari sistem waralaba yang hendak anda pilih
Perhatikan sistem bisnis mereka, cabangnya, fasilitas yang diberikan, modalnya, dan berapa royalti yang anda dapatkan darinya. Jangan sampai anda hanya membuat pemilik produk atau jasa itu semakin kaya, namun anda sengsara karena tak dapat untung.

4. Anda sudah punya modal dan tempat yang tepat
Modal yang dibutuhkan untuk membeli hak franchise tidak sedikit, belum lagi anda harus menyiapkan tempat dan biaya lainnya untuk memulai bisnis ini. Jadi, siapkan semua itu sebelum anda memilih jenis yang tepat, jangan sampai menyesal di belakang.

5. Perhatikan perkembangan waralaba tersebut
Apakah semakin sukses, tetap di tempat, atau malah semakin hancur dan akan bangkrut? Semua itu harus anda ketahui sebelum memutuskan bekerja sama dengan waralaba tersebut.

6. Bagaimana mereka mempromosikan bisnisnya
Apakah mereka memiliki jaringan promosi yang baik dan terus menerus? Misalnya saja MCd atau KFC yang tetap melakukan promosi iklan meski sudah terkenal di seluruh dunia.

7. Bagaimana sistem bisnis yang mereka jalankan
Apakah mereka mementingkan ketersediaan produk dan jasa yang mereka punya? Atau mereka malah sering kehabisan stok? Perhatikan hal ini jika anda hendak membeli hak dari mereka.

8. Respon pelanggan terhadap produk atau jasa mereka
Bagaimana pelanggan menilai produk atau jasa mereka, apakah pelanggan menyukai dan ingin membelinya lagi, atau mereka kapok setelah membeli satu kali saja. Ini akan menentukan masa depan bisnis ini. Setidaknya anda bisa melakukan riset kecil-kecilan dulu.

9. Anda tetap perlu bekerja keras jika ingin sukses
Banyak yang berfikir jika membeli waralaba maka tinggal melihat bisnisnya bekerja sendiri dan anda tinggal menikmati hasilnya, namun kenyataannya? Anda masih tetap harus bekerja keras.

10. Waralaba tidak menjamin anda sukses
Sekali lagi saya tegaskan bahwa waralaba apapun tidak menjamin kesuksesan anda, meski waralaba itu sudah sangat besar dan populer sekalipun.

Modal Usaha Dari Pinjaman Bank, Apakah Efektif?

Pinjaman atau kredit dari bank merupakan salah satu sumber modal usaha yang sepertinya paling banyak digunakan oleh pengusaha untuk menjalankan bisnisnya. Dari pengalaman saya dengan beberapa pengusaha, mereka nekad hutang ke bank dengan nominal tertentu, uang itu digunakan untuk menjalankan bisnisnya, dengan harapan keuntungannya bisa digunakan untuk membayar cicilan bank tiap bulannya.


Sayangnya hampir 50% dari pengusaha tersebut akan mengalami kesulitan ketika usahanya mengalami kemunduran dan dia masih tetap harus membayar tanggungan di bank setiap bulannya. Beberapa malah ada yang nekad kabur demi menghindari kejaran petugas bank.

Apakah modal usaha yang bersumber dari pinjaman bank efektif untuk memulai atau mengembangkan bisnis?

Jawabannya tidak ada yang pasti karena sebagian besar akan menjawab "iya" dengan pengalaman suksesnya sendiri, dan sebagian lainnya akan menjawab "tidak" setelah mereka mengalami masa sulit dengan bisnisnya dan masih terus dikejar kewajiban melunasi hutangnya ditambah bunga pinjaman.

Sekedar ucapan saja, kalau anda memang ingin meminjam uang ke bank sebagai modal usaha, pastikan anda sudah punya rencana jangka panjang ke depannya. Beberapa hal yang harus anda pikirkan diantaranya adalah :
  • Apakah sudah siap dengan perjuangan bisnis yang hasilnya minim? (pasalnya sebagian keuntungan dipakai untuk setoran bank)
  • Sudah siapkah jika di tengah usaha ada masalah dan bisnis harus gulung tikar?
  • Bagaimana anda melunasi hutang bank jika bisnis tidak berjalan semestinya?
  • Ketika target jangka pendek tidak sesuai, bagaimana strategi dadakan yang anda ambil?
  • Sadarkah bahwa uang yang anda pakai bukan milik anda?
Dan berbagai pertanyaan lainnya yang harusnya anda sendiri mengetahuinya (saya tidak membahas dari segi agama karena akan menjadi pro dan kontra).

Manusia selalu menghadapi pertempuran antara nafsu dan akal di saat mengambil keputusan, nafsu akan memaksa anda mengambil keputusan cepat dan akal akan memaksa anda untuk terus memikirkan resiko yang ada. Keduanya memang dibutuhkan, namun saya sarankan anda lebih mengutamakan akal sehat anda sendiri.

Efektif atau tidaknya modal yang berasal dari pinjaman bank tentu tidak bisa dijawab pasti oleh orang yang berbeda. Jadi jika anda sudah mantap ingin meminjam uang ke bank untuk memulai atau mengembangkan usaha, maka pastikan anda sudah punya rencana yang matang ke depannya.

Namun bagi anda yang masih ragu-ragu, alangkah baiknya anda mencari pinjaman dari sumber yang lainnya dulu, kalau anda punya niat dan berusaha, niscaya Allah SWT akan menunjukkan jalan terbaik-Nya pada anda.

Inilah Kisaran Gaji Direksi dan Komisaris Bank Ternama Di Indonesia

Bank adalah tempatnya duit berkumpul dan berputar, tiap harinya ada jutaan orang menyetorkan uangnya ke bank untuk disimpan dan ditabung, sementara pihak bank memutarkan uang tersebut untuk dipinjamkan kepada masyarakat yang membutuhkan.


Banyak orang yang memimpikan bisa bekerja di salah satu bank ternama di Indonesia bahkan dunia, entah itu bank BUMN ataupun bank swasta, semuanya memiliki besaran gaji yang terbilang cukup menggiurkan. Mulai dari pegawai di bawah sampai atasannya, mereka bisa mendapatkan penghasilan yang cukup besar dari pekerjaannya di bank.

Di bank ada petinggi yang disebut Direksi dan Komisaris yang punya jabatan tinggi dengan tugasnya masing-masing. Fungsi dan tugas Dewan Komisaris adalah mengawasi tugas serta tanggung jawab Direksi, sedangkan fungsi dan tugas Direksi adalah memimpin, mengurus dan mengendalikan perusahaan serta senantiasa berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas Perseroan sesuai dengan tujuan, visi dan misi Perseroan.

Lalu berapa besaran gaji untuk para direksi dan komisaris bank ternama di Indonesia? Yuk intip gaji yang mereka dapat dari pekerjaannya :

Gaji bulanan direksi dan komisaris bank BUMN

1. PT Bank Negara Indonesia (BNI)
Gaji Direksi : Rp 208.000.000, 00 + bonus tahunan Rp 11,38 miliar
Gaji Komisaris : Rp 90.000.000, 00 + bonus tahunan Rp 4,2 miliar

2. PT Bank Mandiri
Gaji Direksi : Rp 80.000.000, 00
Gaji Komisaris : Rp 63.000.000, 00

3. PT Bank Tabungan Nasional (BTN)
Gaji Direksi : Rp 387.000.000, 00
Gaji Komisaris : Rp 194.000.000, 00
Bonus Tantiem tahunan : Rp 1,56 miliar

4. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Gaji Direksi : Rp 391.000.000, 00 + bonus tahunan Rp 8,4 miliar
Gaji Komisaris : Rp 63.500.000, 00 + bonus tahunan Rp 2,11 miliar

5. PT Bank Negara Indonesia (BNI)
Gaji Direksi : Rp 208.000.000, 00 + bonus tahunan Rp 11,38 M
Gaji Komisaris : Rp 91.000.000, 00 + bonus tahunan Rp 4,2 M

Jika dilihat dari data di atas, maka rata-rata gaji tertinggi yang didapat adalah dari direksi dan komisaris bank BTN yang mencapai Rp 387 juta per bulannya, sementara yang paling rendah adalah direksi dan komisaris bank Mandiri yang mendapat Rp 80 juta perbulan.
Gaji bulanan direksi dan komisaris bank Swasta
Sementara untuk kisaran gaji dewan direksi dan komisaris bank swasta lebih besar ketimbang bank BUMN, hal itu seperti yang diungkapkan oleh direksi bank BRI yang menyebutkan bahwa besaran gaji mereka masih kalah ketimbang bank Swasta Nasional yang ada di Indonesia.

Bank swasta yang terkenal di Indonesia diantaranya adalah BCA, CIMB Niaga, Danamon, HSBC, Permata, BII, OCBC NISP, BTPN, Bukopin, dan lain sebagainya.

Ternyata gaji yang diterima para petinggi bank memang sangat besar, benar saja banyak orang yang memimpikan bisa bekerja di salah satu bank ternama di Indonesia. Gajinya saja sudah berlipat-lipat nominalnya.

Analisa Bisnis Perlengkapan Aksesoris Bikers yang Menguntungkan

Bisnis perlengkapan atau aksesoris bikers merupakan salah satu bisnis yang tepat dijalankan di Indonesia, khususnya di daerah perkotaan. Hal ini karena keberadaan sepeda motor dan komunitas motor yang terbilang sangat banyak di Indonesia, jadi prospek berkembangnya lumayan bagus untuk dijalankan.


Dari pengalaman pribadi, bisnis perlengkapan pengendara sepeda motor sangat banyak pilihannya, dan bisa dijalankan oleh banyak orang. Bisnis aksesoris bikers ini sangat cocok untuk anda yang :
  • Bergabung dengan komunitas motor (setidaknya kenal)
  • Punya hobi dalam bidang motor
  • Punya jiwa bisnis yang besar
  • Mampu melihat peluang di sekitar
  • Punya keinginan untuk sukses
Saya bukanlah anggota klub motor ataupun punya hobi motor, namun saya bisa menjalankan bisnis aksesoris bikers ini dengan cukup baik.

Bisnis perlengkapan bikers berbeda dengan bengkel ataupun aksesoris dan suku cadang motor, bisnis ini adalah menyediakan produk-produk yang dibutuhkan oleh pengendara roda dua. Apa saja jenis produknya? Berikut pilihannya :
  1. Jas hujan (baca : pengalaman bisnis jas hujan)
  2. Protector / pelindung
  3. Jaket, baju, celana
  4. Helm
  5. Sepatu motor
  6. Dan aksesoris pengendara lainnya
Untuk menjalankan bisnis ini sebenarnya cukup sederhana loh, anda bisa menjadi dropshipper tanpa modal, reseller, distributor atau penjual langsung ke user. Jadi tidak ada alasan "saya tidak punya modal" lagi karena ada banyak peluang yang menanti anda.

Keuntungan dalam bisnis perlengkapan bikers ini cukup besar, keuntungannya berkisar antara 20-50% atau bahkan 2x lipat sekalipun. Saya bisa menjual salah satu produk yang saya beli dari agen dengan harga kisaran Rp 100.000, 00 dan menjualnya di kisaran harga Rp 200.000, 00. Jadi keuntungannya lumayan besar dan menjanjikan.

Untuk pemasaran juga lumayan mudah dan banyak jalan untuk promosikan produk jualan anda, berikut adalah cara saya promosi selama ini :
  • Toko online (bisa milik sendiri atau nitip ke marketplace semisal bukalapak, toped, olx, lazada, dll)
  • Media sosial (grup fb, fanspage, facebook, twitter, instagram, dll)
  • Forum online (misalnya kaskus)
  • Periklanan internet (google, fb ads, dll)
  • Brosur iklan
  • Penawaran langsung ke komunitas / instansi
Silakan bagi anda yang ingin membuka usaha perlengkapan aksesoris bikers, bisa langsung memulainya dari dropship atau reseller, atau jika anda punya modal bisa langsung membuka toko dan memasarkannya. Ini merupakan salah satu peluang bisnis yang cukup menggiurkan yang banyak diminati saat ini.

Pengalaman Saya Menjalankan Usaha Penjualan Jas Hujan

Jas hujan, apakah hanya laku di musim hujan? Bagaimana kalau stok menumpuk di musim kemarau? Seberapa lakunya jas hujan? Bukankah tidak setiap hari orang membutuhkan jas hujan? Keuntungannya kecil, penjualannya lambat? Dan masih banyak pertanyaan lainnya ketika pertama kali saya mencoba bisnis musiman yang satu ini.

salah satu jas hujan terlaris saat ini

Pada awalnya saya tidak sengaja menjual jas hujan, kenapa? Dulunya saya jualan baju, namun karena tiba-tiba datang musim hujan dan omset penjualan baju saya kurang, akhirnya saya jadi pedagang musiman yang menjual jas hujan.

Penjualan di musim hujan lumayan banyak, namun kalau di musim panas jarang sekali, atau bahkan tidak ada sama sekali. Itu adalah salah satu masalah yang harus saya selesaikan!

Beberapa jenis jas hujan yang saya jual adalah jas hujan model ponco/batman, jas hujan setelan baju celana, setelan baju rok, dan jenis jas hujan lainnya yang menyesuaikan dengan ukuran dan jenis bahannya pula.

Pada awal usaha, rasanya sangat sulit mendapatkan pelanggan karena saya masih baru dan belum dikenal, kebanyakan yang mampir ke toko akan mengatakan bahwa jas hujan yang saya jual kualitasnya jelek dan mudah rembes, apalagi harganya terlalu mahal. Saya sempat minder dengan bisnis ini, namun bukan saya kalau menyerah begitu saja.

Saya mulai melengkapi stok jas hujan dengan produk yang punya nama, kualitas saya utamakan, bahkan jas hujan yang harganya murah tidak saya sediakan di toko untuk meningkatkan kualitas bisnis saya. Hasilnya perlahan ada saja yang datang mencari produk yang ada di toko saya.

Namun kemudian musim kemarau datang, saya mengalami periode yang cukup menyakitkan ketika stok jas hujan masih banyak namun tidak ada pembeli. Akhirnya saya putar otak dan cari informasi untuk menghadapi masalah ini, dan jalan keluarnya adalah dengan promosi di internet.

Setelah saya mencari informasi tentang musim kemarau, ternyata masih banyak daerah yang mengalami musim hujan meski di sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami musim kemarau panjang. Dari promosi online itu, datanglah para pembeli dari luar kota yang mencari jas hujan di toko saya, sebagian lagi memesan melalui online dan saya kirim via jasa pengiriman.

Sampai saat ini saya masih setia jualan jas hujan, karena omsetnya lumayan bagus dan margin keuntungannya juga lumayan besar. Prospek bisnisnya cukup bagus ke depannya, asalkan bisa bersaing dengan pedagang lain yang sudah lama jualan.

Beberapa waktu yang lalu bahkan saya mendengar kabar tentang salah satu penjual jas hujan online yang tak punya toko, dia bisa menjual setidaknya 20-30 jas hujan tiap minggunya, silakan saja kira-kira keuntungannya berapa.

Beberapa tips dan strategi bisnis penjualan jas hujan yang saya lakukan adalah :
  • Harga murah (paling tidak mengikuti harga di online)
  • Produk berkualitas (efeknya sangat terasa saat musim panas)
  • Produk yang lengkap pilihannya
  • Informasi tentang jas hujan dan perawatannya untuk testimoni
  • Promosi yang tiada henti (online dan offline)
  • Membangun jaringan bisnis lewat reseller dan dropshipper
  • Relasi bisnis dengan para pengusaha sejenis
  • Membangun nama bisnis yang baik untuk mengembangkan bisnis lainnya
Semua yang saya lakukan membutuhkan kerja keras dan waktu yang cukup lama, namun hasilnya lumayan terasa sampai saat ini.

Jika anda tinggal di daerah yang curah hujannya tinggi, saya sarankan untuk mencoba bisnis penjualan jas hujan dan sejenisnya, karena margin keuntungannya sekitar 20-50% dari omset penjualannya. Apalagi kebutuhan jas hujan cukup tinggi karena pemilik motor semakin banyak saja, silakan coba sendiri!