Tampilkan postingan dengan label Modal Usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modal Usaha. Tampilkan semua postingan

Ide Bisnis Desain Kaos dan Jaket Modal Kecil Keuntungan Besar

Salah satu pengusaha kreatif yang pernah saya temui di internet adalah tukang desain kaos dan jaket, mereka bisa memanfaatkan keahliannya untuk menghasilkan uang dalam jumlah yang lumayan banyak. Modalnya terbilang kecil karena mereka tidak melayani pemesanan dalam jumlah minim, desainnya bagus dan sudah punya banyak langganan.


Hobi desain gambar bisa diaplikasikan dalam berbagai bisnis, salah satunya adalah desain pakaian dengan gambar menarik. Pengusaha yang saya temui di laman facebook ini pandai dalam mendesain gambar, khususnya anime dan kartun. Beberapa gambarnya terlihat sangat keren karena memang kreasinya sendiri.

Pengusaha ini memanfaatkan internet untuk pemasarannya, dia menggunakan sosial media seperti FB, twitter, dan lain sebagainya untuk promosi. Yang menurut saya sangat keren adalah dia tidak perlu mengeluarkan banyak modal dalam bisnisnya.

Dari yang saya lihat, pengusaha ini membuat beberapa desain gambar anime yang keren untuk kaos dan jaket yang hendak dia buat. Dia mempromosikan di sosial media dengan penjualan pre-order, yang minat harus membayar 50% dahulu baru pesanannya dibuat.

Setidaknya 1 gambar bisa dipesan hingga 20 orang dengan harga sekitar Rp 100.000, 00, bahkan tak jarang pengusaha ini harus menolak pesanan ketika daftar pesanannya sudah penuh.

Setahu saya, kalau kaos desain yang lumayan bagus harganya sekitar Rp 50-70 ribu saja, jadi setidaknya pengusaha ini bisa mengambil untung hingga Rp 600.000, 00 dari 1 desain gambar saja. Nah dalam satu bulan dia bisa membuat beberapa desain gambar untuk kaos dan jaketnya, tentu saja keuntungannya lumayan dong.

Bagi kamu yang jago gambar atau punya ide bisnis lainnya namun terkendala modal, anda bisa meniru sistem bisnis pengusaha ini. Namun perlu diperhatikan bahwa kepercayaan pelanggan adalah yang nomor 1 karena sistemnya pre-order.

Anda bisa memberikan identitas diri agar pelanggan merasa aman bertransaksi dengan anda, jangan lupa juga untuk memberikan testimoni pelanggan agar lapak semakin dipercaya. Ayo mulai rubah hobimu jadi bisnis yang menguntungkan.

Jika Ingin Membuka Usaha Dari 0, Mulailah Sebelum Menikah!

Ada pepatah yang mengatakan "berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian", dan saya benar-benar menggunakan pepatah yang satu ini.


Saya selalu memiliki pemikiran dan target jangka panjang dalam hidup, untuk itulah saya rela meninggalkan ijazah saya dan memilih menjadi "orang biasa" untuk memulai perjalanan bisnis saya. Pada saat ini mungkin saya sudah agak enak posisinya, punya penghasilan yang tidak kalah dengan para pegawai di dalam kantor sana, Alhamdulillah.

Namun tahukah anda bahwa saya memulainya dari 0, benar-benar 0 dan itu sangat menyakitkan bagi saya di masa dulu dimana saya adalah seorang anak muda dengan banyak mimpi yang kurang modal. Saya harus jualan di pinggir jalan, keliling menjajakan dagangan door to door, menawarkan melalui inbox FB, BBM, dan lain sebagainya yang tak jarang saya mendapat penolakan yang cukup menyakitkan.

Saya tahu dan sudah merasakan betapa beratnya kehidupan dunia usaha ini, maka dari itu saya selalu menyarankan teman-teman yang punya keinginan untuk berbisnis, agar mereka memulainya dari sekarang (di saat belum berkeluarga).

Alasan saya memberikan masukan seperti itu, karena beberapa alasan yang menurut saya cukup penting, diantaranya adalah :
  1. Latihan menjadi seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab, hal ini penting karena ketika anda sebagai seorang lelaki dan belum pernah merasakan pahitnya hidup lalu menikah, bukan tidak mungkin masalah ekonomi akan membelenggu anda yang kurang siap.
  2. Menghilangkan gengsi anak muda, yah saya mengalami hal itu bahkan sampai saat ini. Saya tidak malu jualan di pinggir jalan, karena itu halal dan itu adalah latihan mental yang sesungguhnya.
  3. Pasangan anda belum tentu menerima "orang baru" di dunia bisnis. Teman saya mengalami hal ini, setelah menikah, dia keluar kerja dan mulai usaha, hasilnya? Istrinya jengkel dan terjadi keributan di dalam keluarganya karena sang istri malu melihat suaminya jualan di pinggir jalan.
  4. Semua orang butuh membangun! Jika anda memulainya sekarang, lalu anda gagal, maka anda punya ilmu, pengalaman, dan kepercayaan dari orang lain dalam dunia bisnis.
  5. Mempersiapkan aset berharga! Bagi saya pribadi, bisnis adalah investasi sesungguhnya, dan itu yang sedang saya kejar saat ini. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
Jika anda adalah seorang pemuda, atau bahkan pemudi yang saat ini punya keinginan membuka usaha namun belum yakin, dan malah ingin nikah dulu. Hmm, ada baiknya anda memulai sekarang, mulai dari yang kecil, mulai dari yang pahit, dan mulailah sekarang juga!

6 Jenis Bisnis Waralaba Terpopuler yang Bisa Anda Coba Di Tahun 2017

Waralaba atau franchising adalah sebuah hak untuk menjual produk atau layanan milik orang lain, dan saat ini menjadi salah satu bisnis paling populer bagi sebagian orang yang memiliki modal besar dan ingin memulai bisnis tanpa harus memulainya dari 0. Waralaba adalah bisnis yang sangat menguntungkan bagi kaum berduit, namun belum terlalu bisa dijangkau oleh kalangan menengah, tentu karena masalah modal pula.


Sebenarnya ada banyak sekali jenis waralaba yang ada saat ini, mulai dari yang harganya ratusan ribu, jutaan, puluhan juta, ratusan juta, atau bahkan miliaran Rupiah. Jika anda ingin memulai bisnis waralaba, tentunya anda wajib mempersiapkan modal yang cukup dan sistem bisnis yang sesuai.

Sebagai bahan referensi untuk anda yang ingin memulai bisnis waralaba atau franchise ini, ada baiknya anda membaca artikel saya tentang 6 jenis waralaba terpopuler di tahun 2017 ini :

1. Waralaba Makanan dan Minuman
Ini adalah jenis waralaba paling populer yang saat ini banyak diambil oleh para pedagang di Indonesia. Dengan modal yang tidak terlalu besar, anda sudah bisa memulai usaha baru dengan brand yang sudah punya nama, diberikan resep masakan yang sudah dikenal publik, dan tentu saja promosi dari pemilik brand tersebut.

Banyak jenis kuliner yang bisa anda pilih untuk waralaba yang satu ini, misalnya saja bakso, mie ayam, ayam goreng, minuman olahan seperti franchise milkshake, cappucino cincao, kue, dan lain sebagainya.

Modal yang diperlukan bisa disesuaikan dengan jenis waralaba yang anda pilih, tempat jualan, jumlah karyawan, dan lain sebagainya.

2. Waralaba mini market
2 mini market besar di Indonesia yang sangat terkenal adalah alfamart dan indomaret, keduanya bisa anda pilih untuk bisnis waralaba ini. Menurut saya, nama besar keduanya bisa dijadikan sebagai salah satu jaminan ke depannya karena memang sudah terkenal profesional baik dari segi produk maupun pelayanannya, mereka punya sistem bisnis yang bagus.
Yang diperlukan dalam waralaba minimarket ini adalah syarat-syarat waralaba minimarket yang harus dipenuhi, modal yang cukup besar, tempat jualan, dan persiapan lainnya yang memang menjadi ketentuan bisnis.

3. Waralaba Fashion
Fashion itu ada banyak bos, anda bisa memilih yang cocok dengan keinginan anda, misalnya saja celana, baju, kaos, jaket, pakaian anak, pakaian bayi, dan lain sebagainya yang tentu saja harus anda sesuaikan dulu sebelumnya.

Dari pengamatan saya selama ini, distro dan butik merupakan salah satu jenis bisnis fashion yang sudah menjalankan sistem bisnis yang satu ini, dan nyatanya banyak dari mereka yang masih berjalan bisnisnya.

4. Waralaba Pendidikan dan Pelatihan
Banyak orang yang ingin memulai bisnis dalam bidang pendidikan dan pelatihan, namun karena kekurangan informasi, SDA, modal, dan syarat lainnya, akhirnya mereka mengurungkan niat besarnya tersebut.

Sebenarnya kita bisa memulai bisnis ini dengan mudah, yaitu menggunakan sistem waralaba. Keuntungannya jelas nyata, mulai dari mendapatkan nama besar di bawah bisnis yang sudah terkenal, mendapat bantuan dan pelatiahan, dan anda bisa bekerja sama dengan mereka tentunya.

5. Waralaba Kecantikan dan Kesehatan
Mau buka salon atau klinik namun tidak memiliki izinnya? Kenapa tidak melakukan waralaba dengan yang sudah ada saja?! Jangan gengsi, ada kalanya kita mengalah terlebih dahulu dalam dunia ini.

Waralaba jenis ini membutuhkan modal yang cukup besar, namun hasilnya juga tidak kalah besar karena memang merupakan salah satu bisnis di bidang jasa yang banyak digunakan oleh orang.

6. Waralaba Agen Travel
Travelling menjadi salah satu hal yang sedang digemari saat ini, hal ini tentu didukung banyaknya tempat wisata yang indah di Indonesia dan banyaknya orang yang ingin berwisatan dan melakukan perjalanan jauh.

Jika harus memulai dari awal, rasanya akan berat karena anda membutuhkan modal yang besar dan banyak persyaratannya, alangkah lebih baiknya jika anda melakukan franchise dengan agen travel lain yang sudah punya nama dan sistem bisnis yang bagus.

10 Ide Usaha Sampingan Modal Kecil yang Cocok Untuk Karyawan

Bekerja sambil berwirausaha adalah hal yang sering saya dengar dari beberapa teman saya yang menjadi pegawai. Namun kebanyakan dari mereka masih berfikiran bahwa untuk membuka sebuah bisnis, maka modal yang besar harus mereka sediakan, padahal pemikiran seperti itu tidaklah benar. Banyak sekali karyawan yang bisa nyambi membuka usaha, dan modal mereka sangat kecil bahkan ada banyak yang tidak mengeluarkan modal sama sekali.


Usaha sampingan bisa dijadikan sebagai pembelajaran bagi sebagian orang, bisa pula dijadikan sebagai investasi jangka panjang kalau-kalau sudah tidak ingin bekerja lagi. Untuk mendapatkan modal awalnya, anda bisa mulai menyisihkan gaji bulanan anda, kalau sudah menemukan ide bisnis yang cocok, langsung saja mulai dan nikmati tahap demi tahap perjuangannya.

Salah satu keuntungan bisnis sampingan ini adalah pekerjaan anda tidak akan terganggu dengan usaha yang dijalankan, jadi minimalkan kegiatan usaha yang akan mengganggu jam kerja anda. Silakan saja pilih jenis usaha yang anda inginkan, bisa dari bidang jasa, online, kuliner, jual-beli, atau lainnya yang anda sukai. Berikut adalah beberapa ide bisnis yang bisa anda jadikan referensi untuk memulai bisnis sampingan sebagai seorang karyawan :

1. Menjual pulsa elektrik
Tidak seperti counter yang membutuhkan tempat usaha, bisnis yang satu ini hanya membutuhkan handphone untuk bisa mengirimkan pulsanya. Saya sendiri menjalani bisnis yang satu ini, dan hasilnya lumayan untuk sekedar mengisi pulsa pribadi, paketan internet, dan kadang masih ada sisa untuk menambah modal bisnis.

Untuk memulai bisnis pulsa elektrik, modalnya tidak besar karena minimal deposit saldo pulsa biasanya berkisar antara Rp 5-100 ribu saja.

2. Jual makanan kepada teman kantor
Ini merupakan salah satu ide bisnis yang cocok untuk anda yang suka dengan kuliner. Jika anda bisa memasak, silakan buat masakan yang enak dan tawarkan kepada teman-teman sekantor anda, namun jika anda tidak bisa memasak, silakan jalin kerja sama dengan penjual makanan yang anda kenal.

Bisnis yang satu ini juga tidak terlalu besar modalnya, mungkin di kisaran Rp 500 ribu saja anda sudah mulai bisa menjalankannya.

3. Jasa laundry
Sebagian teman anda pastinya tidak punya mesin cuci, ada yang ngekost, ada pula yang tidak sempat mencuci sendiri. Jika anda melihat sebuah peluang usaha, maka mulailah sebelum diambil orang lain. Tawari jasa laundry anda, mulai dari teman dekat di kantor, dan berikan harga promo yang murah, dan kembangkan bisnis anda.

Modal untuk memulai bisnis ini seharga mesin cuci dengan perlengkapannya, yang anda butuhkan adalah waktu ekstra di rumah untuk mencuci. Atau anda juga bisa mempekerjakan orang lain untuk menjalankan usaha yang satu ini.

4. Bisnis online
Saat ini anda tidak perlu kerja di luar negeri untuk bisa merasakan pendapatan dollar, cukup di depan komputer atau bahkan smartphone saja dan jalankan bisnis anda lewat dunia maya.

Bisnis online jenisnya sangat banyak, mulai dari blogger, penjual online, broker, penulis artikel, jasa-jasa online, dan lain sebagainya.

5. Jasa cuci motor
Salah satu teman saya yang bekerja di KAI memiliki bisnis sampingan cuci motor, dia mempekerjakan tetangganya dan kala libur dia membantunya mencuci banyak motor pelanggannya.

Modal untuk bisnis ini cukup besar untuk menyediakan tempat dan perlengkapan mencuci motor, namun hasilnya juga lumayan besar loh.

6. Jual beli barang bekas
Saat ini penghasilan dari bisnis jual-beli barang bekas lebih besar ketiimbang gaji bulanan kamu, gak percaya? Teman saya yang bekerja di salah satu kantor, digaji sekitar 3 jutaan. Namun dari bisnis jual beli barang elektronik bekas, dia bisa mendapatkan penghasilan hingga 5 jutaan tiap bulannya.

7. Membuka warung kelontong
Ini saya banget! Saya buka warung dan mengajak teman saya nongkrong di rumah kalau malam, dan hasilnya omset saya naik dan bisnis berkembang pesat, selain itu saya juga jadi irit pengeluaran karena jarang main keluar tapi masih bisa nongkrong.

8. Jasa les privat
Kalau anda memiliki pengetahuan dalam dunia pendidikan, minimal SD. Cobalah tawari tetangga anda untuk memberikan les kepada anaknya, di tempat saya les privat bayarannya mencapai 500 ribu per bulan dengan pertemuan hanya 4 kali saja, dan siswa yang ada di dalamnya mencapai puluhan, bayangkan sendiri berapa pendapatannya.

9. Jasa menjahit pakaian
Banyak sekali orang yang membutuhkan jasa menjahit pakaian, namun sayangnya mereka tak punya waktu untuk menjahitnya. Kalau anda bisa menjahit, ada baiknya anda memulai bisnis tersebut, mulai dari vermak levis atau yang lainnya. Di blog ini, saya telah menuliskan kisah sukses vermak levis, anda bisa mencarinya.

10. Menjadi makelar
Anda pandai bicara? Bisa meyakinkan orang? Bisa melihat peluang? Kenapa tidak mencoba menjadi seorang makelar?! Bisnis yang satu ini modalnya hanya ngomong saja, kalau target anda membeli apa yang anda tawarkan, maka anda mendapatkan uang komisi dari jasa anda tersebut, hebat kan?

Inilah Kita yang Terkadang Buta dengan Peluang Usaha

Kemarin sore teman saya datang ke toko, dia sengaja datang untuk curhat dengan kehidupannya yang seakan sulit dan menyiksa saat ini. Namanya adalah Sugi, seorang pemuda lulusan SMK yang telah kembali ke kampung setelah lama merantau sebagai buruh di salah satu PT di Karawang. Sudah hampir satu tahun dia menganggur, hidupnya hanya diisi dengan kegiatan yang membosankan, di rumah males-malesan, main ke tempat teman-temannya, dan terkadang naik motor keliling kota namun tak mempunyai tujuan pasti, yah semua seperti hambar dan buntu untuk kehidupannya.

Dia bercerita kepada saya tentang keluh kesahnya, selama masa pengangguran itu, dia merasa tertekan oleh orang tuanya yang menyuruhnya untuk mendaftar di perusahaan besar BUMN ataupun instansi pemerintahan, yah orang tuanya ingin anaknya itu menjadi orang besar bergaji tinggi dan memiliki jabatan yang bisa dibanggakan. Namun Sugi berkata, sebenarnya dia memiliki keinginan yang kuat untuk berwirausaha, dia ingin membuat usaha yang akan menjadi sumber penghasilannya kelak. Namun hampir sama dengan orang lain, masalah utama yang dia katakan adalah modal, dia merasa tidak memiliki modal untuk membuka usaha, lalu dia tidak punya keahlian untuk berwirausaha, jangankan memikirkan usaha, selama hidupnya dia bahkan belum pernah benar-benar melakukan transaksi jual beli dengan serius, jadi dia merasa buta dengan dunia perdagangan, ditambah dengan relasi para pedagang dan pengusaha yang dia tak merasa memilikinya.

Mendengar curhatannya itu, saya terdiam dengan muka yang agak serius, kemudian saya tersenyum tanpa menjawab satu kata pun. Sugi yang melihat respon saya, akhirnya diam dan mungkin kecewa karena dia tidak ditanggapi. Beberapa saat kemudian datang reseller saya, dia adalah seorang pegawai di rumah sakit, dia bekerja di rumah sakit sebagai perawat, dan kemudian ketika tak ada jadwal kerja, dia akan berdagang. Dia datang ke toko saya untuk mencari barang yang dia butuhkan, membeli dengan harga reseller dan menjual kepada para pelanggan yang tak lain adalah teman-temannya sendiri. Setelah mendapatkan barang yang dicari, dia pergi untuk menjual barang dagangannya itu.

Setelah reseller saya pergi, akhirnya saya menjawab curhatan Sugi, saat itu saya meminta dia diam dan mendengar saya bercerita
"kamu lihat reseller tadi? Dia adalah seorang pegawai di rumah sakit. Saat tak ada jadwal kerja di kantor, dia akan mencari barang apa saja yang bisa diperjual belikan. Dia akan datang ke toko saya dan memebeli barang saya dengan harga grosir, lalu dia akan menjualnya kembali dan mendapatkan keuntungan. Ketika kamu tadi berkata bahwa kamu tidak punya modal untuk memulai usaha, maka kamu buta dengan nikmat Tuhan yang ada padamu, modal utama seorang pengusaha adalah niat yang kuat, ketika uang adalah modal utama yang kamu pikirkan, maka kamu tidak akan pernah memiliki modal selamanya. Lalu tentang keahlian usaha, reseller saya tidak memiliki kemampuan menjual, dia menjual barang dengan menanyakan ini itu kepada saya, dia akan menanyakan tentang keadaan produknya, harganya, dan cara untuk tawar menawar dengan palanggan. Dulu dia tidak bisa apa-apa, namun setelah memulai dengan nekad, kini dia adalah seorang penjual yang lihai, keahlian bisa dipelajari sembari memulai bos! Untuk relasi yang kamu bicarakan tadi, apa kamu tidka melihat bahwa aku adalah seorang penjual, aku adalah pedagang, dan aku bergerak dalam dunia usaha, aku adalah temanmu dan aku adalah seorang relasi, apa yang membuatmu buta dengan ini semua?"
Mendengar ucapan saya yang panjang lebar, dia hanya terdiam dan memainkan HPnya lagi, padahal saya tahu dia hanya mencari pelarian karena jawaban saya seakan menyudutkannya.
Ada pepatah yang mengatakan, terkadang semut di sebrang laut terlihat jelas, namun gajah di pelupuk mata tak terlihat, itu adalah sebuah pepatah yang menampar kita semua, orang yang ingin menjadi pengusaha namun tidak juga menemukan modal, keahlian, dan relasi, padahal semua itu ada dan banyak di sekitar kita. Masalah dari orang-orang seperti itu adalah karena mereka ingin sesuatu yang instant, mereka terlalu menganggap remeh orang di sekitar da menginginkan hal yang besar dengan cepat, ingat bos semua ada tahapannya.
 
sumber gambar : pensilstudio.devianart.com

Peluang usaha apa yang cocok untuk kita? Banyak! Kenapa kita tidak kunjung menemukannya? Barangkali kita buta dengan peluang usaha yang ada di depan mata kita. Bukalah mata dan lihatlah, peluang usaha itu menanti kita untuk diolah.

Persiapan untuk Usaha Jual Bensin Eceran

Usaha itu tidak perlu yang ribet-ribet, banyak sekali peluang usaha yang bisa kita ambil di sekitar kita, contohnya saja jika kita tinggal di salah satu komplek di pinggir jalan, pastinya banyak kendaraan yang lalu lalang di sekitaran komplek kita, nah dari situ ada peluang usaha yang menguntungkan, salah satunya adalah dengan  menjual bensin eceran.

Modal untuk memulai usaha ini bisa dibilang sangat simpel, kita hanya membutuhkan botol bekas, bisa menggunakan botol bekas minuman keras (itung-itung mengalih fungsikan barang haram ke barang halal) atau bisa menggunakan botol lain yang mampu menampung bensin di kisaran satu-dua liter. Berikutnya adalah tempat untuk menjajakan botol-botol berisi bensin, bisa kita buat sendir menggunakan papan kayu dan ditempelkan ke tembok, atau kalau perlu buatlah tempat mirip seperti kandang ayam namun dengan ruang khususu untuk menyimpan botol bensin dan wajib terlihat dari luar. Perlengkapan tambahan lainnya adalah saringan, pipa pengisian, dan lain sebagainya yang digunakan untuk menopang penjualan bensin eceran.
 
sumber gambar : mataunik.blogspot.com
 
Selain bensin, kita juga bisa menambah barang lainnya seperti oli motor, air acu, oli rantai, dan barang kebutuhan motor atau mobil lainnya. Di tempat saya, dulu ada yang memulai usaha seperti ini dan kini sudah memiliki bengkel motor yang cukup besar, dia memulai dari hal yang kecil dengan kesabaran dan perjuangan dan kini dia sudah mendapatkan hasilnya.

Untuk keuntungan penjualan bensin hitungannya lumayan mudah, harga bensin atau premium di SPBU berkisar Rp 7.400, 00 dan kita masih bisa menjual dengan harga berkisar 8-10ribu tergantung keadaan di sekitar kita, jadi dalam satu botol penjualan bensin eceran kita mampu meraih untung sekitar 600-2.600, dan saya yakin dalam satu hari paling tidak 10 botol bensin eceran mampu terjual yang artinya paling tidak kita mendapatkan keuntungan sekitar 6000-26.000, dan itu jika hanya 10 botol karena dalam satu hari saya sendiri mampu menjual hingga 20 liter lebih, bahkan salah satu penjual bensin eceran di sekitar tempat saya ada yang mampu menjual bensin hingga 100 liter per hari, hitung saja sendiri berapa keuntungannya.

Sebagai seorang yang ingin mendapatkan rejeki halal dan ingin menjadi pengusaha yang jujur, kita tahu bahwa takaran manusia tidak selalu tepat seperti mesin, maka ketika kita menjual bensin eceran alangkah baiknya kita memberitahu kepada pelanggan bahwa bensin yang kita jual adalah takaran per botol bukan per liter dengan alasan kita tidak mempunyai takaran yang benar-benar tepat, saya yakin pelanggan akan memahami keadaan tersebut. Demi keamanan penjualan bensin eceran ini, usahakan hindari rokok dan api di sekitar tempat penjualan bensin, gunakanlah keamanan yang maksimal agar tidak terjadi hal yang buruk.

 
Sumber gambar : nusantara.rmol.co
 
Usaha itu sangat banyak macamnya dan ada di sekeliling kita, yang harus kita lakukan untuk memulai usaha adalah bergerak cepat dan segera mencoba, jangan malu dan jangan minder, sesuatu yang besar selalu berawal dari hal yang kecil.

Modal 10 Juta, Jangan Memaksakan Menyewa Kios!

Kalau saat ini anda memiliki modal untuk membuka usaha, dan modal anda berkisar di nominal Rp 10.000.000, 00 maka saya akan menyarankan kepada anda agar tidak memaksakan menyewa sebuah kios atau tempat jualan terlebih dahulu. Bukannya saya meremehkan keahlian anda, namun kita bayangkan saja harga sewa kios untuk ukuran 2x2 saja bisa mencapai Rp 5.000.000, 00, belum lagi perlengkapan dan lain sebagainya, maka sisa untuk membelanjakan barang dagangan anda hanya beberapa juta saja. Hal seperti ini tidak sehat (menurut saya), karena akan membuat kita kesulitan berkembang. Intinya jangan mengutamakan tempat jualan terlebih dahulu, lebih baik fokus ke barang dagangan dahulu.

Mungkin saja anda akan menemukan sebuah tempat jualan yang dapat disewa dengan harga murah, atau anda bisa mendapatkan kios dengan durasi sewa beberapa bulan saja, seperti kisah saya membuka toko bermodalkan 2 juta, namun hal tersebut bukanlah sebuah contoh yang selalu bisa anda jadikan patokan dalam memulai usaha. Saya akan menyarankan anda menyewa sebuah tempat jualan saat anda memiliki modal diatas Rp 20.000.000, 00 dengan asumsi 50% tempat dan 50% barang dagangan. Jika seperti itu, maka ada kesempatan untuk lebih cepat berkembang nantinya.

Untuk modal sebesar 10 juta, saya akan menyarankan anda untuk memulai usaha dari 0 terlebih dahulu, bukannya mempersulit anda, namun itu adalah sebuah pelajaran bisnis, dan itu tidak akan didapatkan jika kita tidak mencobanya. Di luar sana banyak orang yang berkata bahwa bisnis ini mudah dan simpel, apa mereka yang berkata seperti itu sudah merasakannya?! Lebih baik anda mencoba usaha yang cocok terlebih dahulu dan dapatkan passion  anda di situ, mungkin usaha di bawah ini bisa anda coba dengan modal 10 juta :
  • Usaha kuliner (dari rumah)
  • Usaha Kerudung (dor to dor)
  • Usaha Pakaian (dor to dor)
  • Usaha Kemasan (menyediakan kemasan produk)
  • Usaha online (modal anda internet dan kepercayaan)
Dan masih banyak sekali contoh usaha yang bisa anda coba, yang intinya saya menyarankan dengan modal segitu, lebih baik anda mencoba membangun sistem anda terlebih dahulu, setelah sistem bisnis anda berjalan maka masalah tempat mudah untuk dicari. Yosh! Cerdaslah menjadi seorang pengusaha, jangan hanya memikirkan gengsi saja.

Cara Mendapatkan Modal untuk Buka Usaha

Kalau mau membuka usaha, pasti jawaban awal adalah MODAL!, dan itu adalah jawaban hampir 80% orang, dan selebihnya ada yang menjawab keahlian, relasi, dan lain sebagainya. Jawaban itu sebenarnya adalah alasan yang digunakan untuk menutupi ketidakmampuan kita untuk membuka usaha, saya juga pernah mengalaminya kok. Nah berikut ini saya akan mencoba memberikan beberapa gambaran sumber modal yang mungkin bisa anda dapatkan :
  • Meminjam uang ke Bank! Salahkah melakukan cara ini untuk mendapatkan modal guna memulai usaha? Jawabannya ada pada diri anda sendiri masing-masing. Kalau saya si gak akan merekomendasikan untuk anda.
  • Meminjam kepada saudara! Saya hingga saat ini melakukan cara ini untuk mendapatkan modal, namun tentu saja saya orang yang tau diri, bukan hanya meminjam loh, saya berbagi keuntungan dengan saudara saya kok, jadi kami sama-sama untung.
  • Meminjam modal kepada orang kaya! Mungkin tetangga anda adalah orang kaya, dan anda memiliki pikiran untuk meminjam modal kepadanya guna membuka usaha, pertanyaannya adalah apakah anda sudah memiliki proposal dan perhitungan keuntungan untuk ditunjukkan kepada orang tersebut? Jika belum, maka 80% anda akan mendapatkan penolakan darinya.
  • Memulai dari 0! Ini saya juga pernah melakukannya, awalnya saya jadi kuli, yang penting dapat uang dulu, terus sedikit demi sedikit mengumpulkan modal dan bammmm! Saya mulai usaha saya dari 0 lagi dengan modal seadanya. Jika anda menggunakan cara ini, maka rasa jenuh dan putus asa yang harus anda lawan, karena membutuhkan waktu yang lama dan kesabaran yang tinggi.
  • Bekerja untuk mendapatkan modal usaha! Ini sudah pernah saya tuliskan, tinggal anda cermati saja.
Sebenarnya si masih banyak cara untuk mendapatkan modal, namun saya menuliskan beberapa saja karena itu yang saya alami dari awal memulai usaha. Namun perlu diingat bahwa modal terbesar dalam dunia usaha adalah anda sendiri! Pahami saja kata-kata itu nantinya anda akan menemukan jalan jika memang anda niat untuk membuka usaha.

Modal Saya Hanya Rp 100.000, 00 saat Memulai Jualan Pulsa

Jaman sekarang, kalau mau usaha pasti alasan utama yang membuat ragu adalah modal, mulai dari gak punya modal lah, modalnya masih kuranglah, takut modalnya habislah, itu adalah alasan klasik yang menghambat orang untuk memulai usaha, sebuah keraguan karena modal, padahal modal utama seorang untuk memulai usaha adalah dirinya sendiri, aset terpenting yang sudah Allah Swt anugerahkan.

Saya pada saat awal memulai usaha, jujur saja saya hanya dipinjami modal Rp 100.000, 00 saja oleh kakak saya, dan itu asli pengalaman saya. Itu adalah salah satu bagian dari awal saya membangun toko kelontong saya.
Jadi ceritanya gini, dulu saya keluar dari pekerjaan saya (buruh di toko kayu), saya menganggur selama beberapa bulan, kebetulan kakak saya sedang mudik (dia kerja di Jakarta). Pada saat itu dia kasihan melihat keadaan saya, status pengangguran tanpa pendidikan yang bagus untuk melamar kerja, sedangkan dia juga belum memiliki modal untuk membuka usaha untuk saya, saat itu entah ada angin apa di pagi hari dia iseng menawari saya untuk memulai usaha pulsa, saya yang sudah bosan menganggur mengiyakan saja (daripada nganggur terus). Namun masalahnya, kami berdua buta tentang informasi bisnis pulsa ini, tidak memiliki relasi, tidak memiliki modal yang cukup, bahkan tempat jualan juga tidak punya. Namun kakak saya itu orangnya nekad, dan dia adalah orang yang mendorong saya untuk terus maju.
Jam 10 pagi, kami berdua berangkat mencari agen pulsa di daerah kami, setelah hampir 3 jam belum menemukan agen pulsa, jalan kesana kemari di bawah teriknya matahari di siang itu, akhirnya kami sampai di sebuah agen pulsa, langsung saja kami mulai menanyakan informasi dan cara yang ada untuk memulai jualan pulsa, setelah melakukan registrasi akhirnya kami mendaftar sebagai penjual pulsa dan melakukan deposit di agen tersebut. Dengan modal awal untuk deposit pulsa all operator sebesar Rp 100.000, 00, menggunakan hp jadul yang saya gunakan, dan niat kuat untuk memulai usaha, akhirnya saya resmi jadi seorang penjual pulsa, tanpa tempat, tanpa etalase, tanpa aksesoris, dan tanpa tahu arah ke depannya mau bagaimana karena saya belum mengerti sedikitpun tentang dunia wirausaha ini. Pokoknya saat itu yang penting nekad, mulai usaha ini, masalah ke depannya bisa dicari solusinya sambil berjalan.

Hari demi hari pulsa yang saya jajakan belum laku juga, maklum saat itu tidak ada informasi yang saya berikan di depan rumah saya, jadi para tetangga tidak mengetahui kalau saya menjual pulsa. Yah saat itu saya tidak tahu cara memasarkan produk
Setelah beberapa hari berlalu, akhirnya saya iseng memasang tulisan dari kertas kosong di depan rumah "Sedia Pulsa All Operator", dan selang beberapa saat saja, akhirnya ada pelanggan pertama yang datang membeli pulsa, wah senangnya bukan main saat itu, ternyata saya akhirnya pecah telor mendapat pelanggan pertama. Seiring dengan berjalannya waktu, sedikit demi sedikit saya mulai memenuhi dagangan saya, mulai dari perdana, aksesoris, dan tak lupa menata tempat untuk jualan pulsa, hingga sampai saat ini usaha tersebut masih terus berjalan dan Alhamdulillah sudah banyak yang saya dapatkan dari perjuangan saya tersebut.

Tentu diantara kalian ada yang berfikiran bahwa saya tidak niat jualan pulsa, masa modal cuma Rp 100.000, 00 saja, tanpa tempat dan tanpa dagangan lainnnya, silakan saja jika kalian juga berfikiran sama dengan tetangga yang menghina saya (dulu saya sering dihina karena dikira tidak modal, dan tidak serius jualan), namun kalian tidak tahu rasanya saat itu, dengan status pengangguran, tidak punya uang, tidak punya pengalaman, tidak punya keahlian, tidak punya relasi, tidak dipercaya orang, dan saya harus memulai usaha, coba rasakan saja bagaimana keadaan saya. Bayangkan saja jika anda ada di posisi saya saat itu, mungkin beberapa diantara kalian akan mundur dan memilih meneruskan status pengangguran dan memilih mencari pekerjaan saja.

Saya orang yang tidak suka jika ada orang yang ingin memulai usaha namun tidak memulainya karena alasan modal, bagi saya itu adalah alasan klasik untuk menutupi kekurangan dirinya, bukan kekurangan modal tapi kekurangan kepercayaan. Kalau mau mulai dalam dunia wirausaha, langsung mulai saja, dicoba dulu.

Bekerja untuk Mendapatkan Modal Usaha

Suatu ketika di sekitar tahu 2010 kalau tidak salah, saya dan teman saya sedang berbincang agak serius. Kami saling berbagi keinginan ke depannya, saya katakan kepadanya bahwa saya akan memulai usaha saya sendiri, teman saya dengan muka pesimis bertanya "modalnya dari mana?", saya maklum dengan pertanyaan teman saya tersebut karena memang saat itu saya tidak memiliki modal, tidak memiliki keahlian dalam dunia wirausaha ini, tanpa koneksi, tanpa persiapan juga, modal utama saya saat itu adalah niat saya yang ingin terjun dalam dunia usaha. Alhamdulillah setelah melalui beberapa tahapan akhirnya sampailah saya pada saat ini dengan beberapa usaha yang katanya masih kecil (bagi saya ini usaha yang besar), tahap yang saya lalui hingga saat ini antara lain :
Itulah beberapa tahapan saya sampai saat ini, memang belum seberapa jika dibandingkan dengan teman-teman pengusaha lain yang sudah sukses, tapi saya sangat menikmati tahap demi tahap yang saya lalui selama ini.

Sedangkan teman saya, dia juga memiliki keinginan untuk membuka usaha, namun dia berkata jika butuh modal untuk memulai usaha, jadi dia memutuskan untuk mencari kerja di kota besar, kalau tidak salah di daerah Bekasi, dia bekerja si sebuah PT perakitan sepeda motor. Hampir 3 tahun berlalu, kami jarang bertemu, sampai akhirnya kami bertemu kembali di tahun 2014. Saya yang memulai usaha dengan modal niat dan keinginan kuat, Alhamdulillah sudah memiliki beberapa usaha yang masih berjalan dengan perjuangan yang lumayan nikmat, dan teman saya pulang dengan sepeda motor baru dan sedikit modal yang tersisa dari hasil kerja selama ini (saat itu dia sudah habis kontrak).

Kembali saya menanyakan tentang keinginannya membuka usaha, dan dia menjawab dengan lesu "modal minim, mau buka usaha juga kurang, bingung juga mau buka usaha apa, nanti yang ada malah modal habis gak ada keuntungan", yah saya tahu arah pembicaraan teman saya tersebut, dan saya tidak menanyakannya lagi. Selang beberapa bulan kami bertemu kembali, dan ternyata dia belum juga mendapatkan pekerjaan, ditambah uang hasil bekerja dulu sudah habis tak tersisa, sekarang dia berstatus penganguran di rumahnya. Saya sebenarnya kasihan melihat keadaannya sekarang, namun dengan tujuan hasil yang besar dari dunia kerja, saya tidak bisa membantunya karena jujur saja saya tidak tahu menahu jika berurusan dengan dunia kerja yang formal.
Di sini saya bukan sedang membanggakan diri saya sendiri, bukan juga sedang menjelekkan teman saya, ini pilihan kami masing-masing dan kami saling menghargai. Saya juga mengalami kesulitan di kala memulai usaha, dan dia juga mengalami kesulitan saat mencari pekerjaan, kami mengalami hal yang tidak kami harapkan dan kami juga mendapatkan hasil dari perjuangan kami. Namun dengan tujuan untuk membuka usaha maka saya sudah melaksanakannya dengan modal utama, niat! Dan dia yang memilih bekerja terlebih dahulu agar mendapat modal untuk membuka usaha akhirnya gagal membuka usaha karena satu, dua, tiga hal yang mebuatnya ragu.

Saya hanya ingin memberitahukan kepada semua yang membaca tulisan ini, memang dunia usaha membutuhkan modal yang besar, namun bukan halangan jika saat ini kita belum memiliki modal tersebut, karena modal utama dalam dunia usaha adalah sebuah niat besar, keinginan kuat, kemampuan belajar dengan cepat, memulainya dan lain sebagainya yang sebenarnya semua orang memilikinya. Jika anda berfikiran bahwa modal utama dalam usaha adalah uang, anda salah! Karena banyak orang memiliki uang namun tidak bisa membuka usaha, dan banyak orang seperti saya yang tidak memiliki modal (uang) namun malah bisa membuka usaha. Jadi kembali lagi, modal utama dalam membuka usaha adalah NIAT disertai AKSI.

Permasalahan Modal saat Memulai Usaha

Ketika saya perhatikan pengunjung blog ini, rata-rata melalui pencarian dengan kata kunci modal usaha, usaha modal kecil, dan lain sebagainya yang jika saya asumsikan semuanya memiliki masalah dengan modal saat akan memulai usaha, tidak hanya anda saja, saya dan orang lain yang sudah lama berkecimpung dalam dunia usaha juga mengalami permasalahan tersebut, bedanya adalah kami mengambil resiko dan memulai dan ada juga yang masih memikirkan modal dan tidak mulai-mulai.

Berapa modal cash yang sekarang anda miliki? 0juta, 1juta, 2 juta, 5juta, 10juta, 20juta, 50juta, 100juta, atau mungkin diatas 1m? Semuanya memiliki kesempatan untuk memulai usaha berapapun modal yang sekarang anda miliki, yang menjadi masalah adalah saat anda ingin menemukan jenis usaha yang tepat dengan modal anda.

Berapapun modal yang anda miliki tidak masalah jika saya katakan, wong saya memulai usaha dengan tidak memiliki modal uang, saya menjalankan usaha dari kakak saya yang mempercayai saya, saya memakai modal yang dia berikan untuk saya berkecimpung di dunia usaha, dan Alhamdulillah hingga sekarang saya masih terus berusaha untuk berkembang.

Intinya jika kita mau memulai usaha, jangan terlalu memikirkan modal, modal, dan modal, namun segera temukan jenis usaha yang anda inginkan dan tepat, lalu mulailah menjalannya, jika bisa jalani mulai dari 0 agar sambil belajar cara menangani usaha. Jangan terlalu memikirkan hasil usaha, bisa jalan dulu saja sudah untung, masih ada kesempatan berkembang saja sudah bagus, masalah hasil bisa dipikirkan nantinya, sekarang yang penting adalah MULAI.

jika anda ingin memilih jenis usaha yang tepat dengan modal yang minim, saya menemukan blog yang lumayan bagus, silakan kunjungi saja sanglir.blogspot.com